Referensi pihak ketiga

Pasca keluarnya rekomendasi ulama untuk Pilpres 2019, Prabowo dan elite partai pengusung yakni PKS dan PAN mengadakan pertemuan ‘rahasia’ di rumah seorang pengusaha bernama Maher Algadri di Kawasan Prapanca,Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa malam (31/07/2018).

Pertemuan itu disinyalir untuk mematangkan koalisi Pilpres 2019.

Lalu siapakah Maher Algadri?

Referensi pihak ketiga

Dilansir dari dawainusa.com (01/08/2018), nama Maher Algadri sebenarnya sudah tenar sejak lama. Namun tidak terkait aktivitas politik. Maher adalah pengusaha besar anak salah satu pejuang perintis kemerdekaan Hamid Algadriyang merupakan tokoh pendiri Partai Arab Indonesia. Hamid berkawan akrab dengan Margono Djojohadikusumo, kakek Prabowo.

Referensi pihak ketiga

Persahabatan Hamid berlanjut dengan Sumitro Djojohadikusumo, dia tak lain adalah ayah Prabowo Subianto yang baru saja tamat Nederlandse Economische Hogeschool di Rotterdam, Belanda.

Referensi pihak ketiga

Sejak kecil, Maher dan Prabowo bersahabat. Meski Prabowo sempat melanglang buana mengikuti ayahnya ke luar negeri. Sepuluh tahun kemudian Maher kembali bertemu Prabowo. Saat itu Maher adalah aktivis Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) dan Prabowo baru saja menamatkan The American School di London.

Kini, sang sahabat lama muncul dalam hiruk-pikuk pencapresan. Ada apa? Mungkinkah ia salah satu penyandang dana pencapresan Prabowo Subianto? Bisa jadi.

Pilpres kita memang teramat sangat mahal, setiap kandidat harus memastikan ketersediaan logistiknya. Jokowi beruntung, ia punya dana tak terbatas sebab sejumlah taipan ditenggarai ada dibelakang. Adapun Prabowo? Kita tau jawabannya.

Referensi pihak ketiga

Terkuaknya pertemuan koalisi partai pendukung Prabowo kemarin malam sesungguhnya patut disyukuri. Sebab justru menyingkap satu sisi lain yang membuat pendukung Prabowo bernafas lega. Ternyata orang-orang yang terlibat dalam usaha pemenangan Prabowo adalah mereka yang telah terbukti berjuang demi tanah airnya sejak kakek moyang.


 

The content does not represent the perspective of UC