Ceramah Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais kembali bikin gempar. Saat menghadiri acara Pengajian Kebangsaan dari Aliansi Pencerah Indonesia (API) di Rumah Dakwah Al Hujjah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (16/12/2018), eks Ketua MPR itu menyatakan pentingnya ganti presiden untuk mewujudkan syariat Islam.

Amien Rais. (riaumandiri.co)

Ceramah Amien itu diawali dengan membeberkan tujuan syariat Islam, yakni untuk memelihara agama. Menurutnya, agama merupakan puncak ultima dari keberadaan, dari wujud kita, dari kehidupan kita selama di dunia ini. Jadi, orang Islam yang sudah betul-betul beriman tidak pernah bisa memaafkan kalau agamanya dihina, dicerca, dinodai, dan sebagainya.

Selain itu, kata Amien, tujuan syariat Islam adalah memelihara jiwa manusia, memelihara akal pikrian manusia, memelihara generasi-generasi keturunan anak cucu Adam sampai hari kiamat kelak, dan memelihara harta benda karena tanpa harta benda, tanpa kekayaan manusia tidak bisa membangun peradaban.

Amien Rais saat berceramah di acara Pengajian Kebangsaan dari Aliansi Pencerah Indonesia (API) di Rumah Dakwah Al Hujjah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (16/12/2018). (news.detik.com)
"Jadi saya akan menggarisbawahi bahwa kita sekarang ini berkiprah di gelanggang politik, gelanggang nasional bangsa ini, untuk mengganti presiden, untuk membangun negara yang lebih bagus, itu kewajiban keagamaan. Amat sangat penting, bukan hanya penting, karena negara itu yang akan menjamin terselenggaranya 5 tujuan syariat Islamiyah yang disepakati oleh ulama sejak dulu maupun sampai sekarang," tegas Amien seperti dikutip news.detik.com (16 Desember 2018).
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Martak (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kiri), Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan (kedua kanan), dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri (kanan) berbincang saat menghadiri acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta, Jumat (27/7/2018). (tribunnews.com)
Banyak kalangan menilai, ceramah Amien yang mengaitkan ganti presiden dengan terwujudnya syariat Islam sama saja memberikan tamparan keras buat capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang didukungnya. Pasalnya, Prabowo sendiri mengaku ilmu keislamannya kurang sebagaimana yang disampaikan saat hadir di acara Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional yang berlangsung di Menara Peninsula, Jakarta Barat (news.detik.com, 27/7/2018).

Nah, lho! Bagaimana bisa seorang Amien bicara soal syariat Islam kalau capres yang diusungnya secara blak-blakan mengaku tingkat keislamannya sangat kurang?

Bisa jadi Amien terlalu bersemangat ketika berbicara di depan para jamaah pengajian sehingga ia lupa kualitas keislaman capres yang diusungnya. Kalau bicara soal syariat Islam, tentu cawapres Jokowi, Kiai Ma'ruf Amin, jauh lebih mumpuni. Apalagi, Kiai Ma'ruf juga merupakan penggagas bank syariah di negeri ini.

Selain itu, syariat Islam juga sulit, bahkan mustahil bisa terwujud di negeri ini karena Indonesia dihuni oleh rakyat yang berbeda-beda agama. Jika dipaksakan menjadi syariat Islam bisa jadi akan menumbuhkan tirai mayoritas terhadap minoritas sehingga berpotensi mengancam nilai-nilai kerukunan di tengah kemajemukan dan kebhinekaan.

Dalam konteks demikian, konten ceramah Amien justru sangat tidak menguntungkan buat Prabowo yang digadang-gadang untuk menggantikan Jokowi melalui Pilpres 2019. ***

The content does not represent the perspective of UC