Sahabat Peradaban Kasih terkasih. Ini adalah refleksi atas peristiwa yang saya ikuti pada hari Kamis (20/6/2019) yang lalu. Peristiwanya adalah Halal bi halal dan Tasyakuran HUT ke-3 Pelita. Pelita adalah Persaudaraan Lintas Agama, satu komunitas cair yang beranggotakan banyak sahabat dari berbagai kalangan agama, budaya, kompetensi intelektual dan beragam komunitas pula. Inilah catatan sederhana indahnya kebersamaan dalam keberagaman Pelita yang sedikitnya diikuti oleh 140-an peserta dari berbagai kalangan, orang muda, dewasa, dan para tokoh lintasagama itu.

Referensi pihak ketiga - Dok Pelita

Pada kesempatan indah tersebut, ternyata, sejumlah tokoh agama dan kepercayaan diminta untuk memberikan testimoni termasuk saya sendiri. Saat memberi testimoni, tentu, saya selalu mengucap syukur dalam rasa haru bahwa keberadaan Pelita pada tahun 2016 tak terlepas dari salah satu pengalaman yang terjadi dalam hidup saya sebagai penggerak kerukunan, persaudaraan, dan perdamaian dalam keberagaman baik melalui jalur kesenian, kebudayaan, maupun kemanusiaan dan keutuhan ciptaan serta kelestarian lingkungan hidup. Bahkan, nama Pelita itu memang saya usulkan dengan segala pemaknaannya. Syukurlah bahwa usulan saya memberi nama Pelita itu dipergunakan dan diterima oleh rekan-rekan inisiator kelahiran Pelita yakni antara lain Mas Setyawan Budy, Daman Sinuko, Yunantyo Yas Adi, Gus Ubadillah Achmad. Setyawan Budy sejak saat Pelita berdiri sampai HUT Ke-3 menjadi Koordinator, dan masih bisa dilanjutkan sampai periode selanjutnya. Taruhlah hingga lustrum pertama nanti dan bisa diperpanjang hingga lustruk kedua hehe.

Referensi pihak ketiga - Dok Pelita

Selain saya, inilah tokoh-tokoh yang memberikan testimoni di kesempatan acara tersebut. Mereka adalah dr. I Komang Jananuraga Caesar Adi Pradipta - Divisi Kepemudaan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang & Penasehat Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Kota Semarang; Dhammatedja Wahyudi Agus - Ketua Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Magabudhi) Kota Semarang yang diwakili oleh saudari Shantika; Dr. Tedi Kholiludin, M.Si - Wakil Sekretaris PWNU Jawa Tengah; Pembina Yayasan Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang; Dosen Unwahas dan UIN Walisongo Semarang; Pdt. Aryanta Nugroho - Gereja Jemaat Allah Global Indonesia; Js. Andi Gunawan - Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Kota Semarang, Pdt. Andy dari GKMI; dan Ibu Dwi Setiyani Utami - Ketua Perempuan Penghayat Indonesia (Puan Hayati) Provinsi Jawa Tengah.

Orisinil

Sungguh indah kebersamaan dalam keberagaman Pelita yang diselenggarakan di aula Gereja Katolik Atmodirono dengan Romo Santosa MSF sebagai tuan rumah bersama Dewan Paroki dan OMK-nya. Doa puitis atau puisi doa yang dilantunkan oleh Gus Ubaidillah Achmad dari Pamotan Rembang dan iringan Keroncong dari GIA dr. Cipto.

Referensi pihak ketiga - Dok Pelita

Proficiat Pelita. Terima Romo Santosa MSF bersama OMK dan Dewan Paroki, yang berkenan menerima kita semua dalam rangka Halal Bi Halal dan Tasyakuran HUT Ke-3 Pelita. Semoga menjadi berkat bagi umat dan masyarakat dalam keberagaman, kerukunan, dan kebahagiaan sebagai warga bangsa Indonesia.

Demikian sekadar catatan singkat atas indahnya kebersamaan dalam keberagaman Pelita. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 24/6/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan pengalaman terlibat dalam acara Halal Bi Halal dan Tasyakuran HUT Ke-3 Pelita (20/6/2019)

The content does not represent the perspective of UC