Menurut ahli ekonomi, kebutuhan manusia sifatnya tidak terbatas, sedangkan alat pemenuhan kebutuhan manusia jumlahnya terbatas.  Kebutuhan manusia sifatnya seperti deret ukur sedangkan alat pemenuhan kebutuhan jumlahnya seperti deret hitung. Kebutuhan manusia yang katanya tidak terbatas tersebut dipicu oleh pertambahan jumlah penduduk yang jumlahnya juga seperti deret ukur dan tidak bisa diprediksi. Selain itu, memang sifat manusia yang tidak pernah puas turut berkontribusi terhadap tidak terbatasnya kebutuhan manusia.

 

            Apakah benar kebutuhan manusia memang unlimited? Apakah benar kita akan terus mengonsumsi satu jenis produk dalam jangka waktu yang lama dan dalam jumlah yang banyak hanya untuk diri kita sendiri? Apakah benar kita akan makan terus menerus tanpa berhenti?

 

            Memang benar, kebutuhan manusia terus meningkat. Mungkin akan lebih tepat bila kita katakan kalau kebutuhan manusia itu akan terus meningkat dan bukannya tidak terbatas. Kebutuhan manusia akan terus bertambah dan beragam, tapi kuantitas atau jumlah kebutuhan yang diinginkan untuk jenis yang sama tentu jumlahnya bukan unlimited. Apakah kita mungkin mengonsumsi bakso terus menerus tanpa jeda? Apa yang kita rasakan bila setiap hari dalam jangka waktu tiga bulan selalu mengonsumsi nasi goreng?    

 

Dalam ilmu ekonomi, juga dikenal dengan hukum Gossen yang membahas tentang kepuasan terhadap suatu barang atau jasa yang dikonsumsi. Menurut hukum Gossen tersebut, dikatakan bahwa sifat dari hampir semua manusia adalah tidak pernah puas. Ketika kita mengonsumsi sesuatu  terus menerus, kita akan merasa bosan pada titik tertentu. Seperti pertanyaan di atas misalnya, apa yang terjadi bila setiap hari kita mengonsumsi nasi goreng? Sekalipun nasi goreng rasanya enak dan pada awalnya kita suka, namun bila kita konsumsi setiap hari tentu lama-lama kita akan bosan. Hal tersebut juga berlaku pada produk atau jasa lainnya.

 

            Bagaimana agar kita tidak dilanda kebosanan? Salah satunya dengan mengatur apa yang kita konsumsi dan membuat variasinya. Sebagai akibatnya, bisa saja porsi konsumsi kita sama, namun dengan jenis yang berbeda.

 

            Pada dasarnya, keinginan kita terhadap suatu barang atau jasa pasti akan mencapai titik limit. Misalnya, tidak selamanya kita akan menyukai benda A. Mungkin saja suatu ketika kita akan merasa bosan dan beralih ke B. Ingat, kebutuhan manusia akan selalu bertambah dan beragam, namun apakah keinginan kita terhadap sesuatu yang sama  akan seterusnya tetap? Jawabannya adalah tidak! Itu sebabnya, kita memiliki potensi untuk mengoptimalkan penghasilan  yang kita peroleh dengan membelanjakannya secara bijak.

 

Jadi, benarkah kebutuhan manusia tidak terbatas? Atau, keinginan manusia?

 

Referensi:

Ariefiansyah, Miyosi. "Cash Flow Management untuk Awam & Pemula". 2012. Jakarta: Laskar Aksara.

The content does not represent the perspective of UC