Percayakah bahwa kadang kita membeli sesuatu bukan karena kita butuh melainkan karena kita menginginkannya? Apa perbedaan antara kebutuhan dan keinginan?

 

            Keinginan merupakan dorongan emosional, sedangkan kebutuhan merupakan dorongan logika. Banyak di antara kita yang membeli sesuatu karena faktor keinginan dengan dorongan emosional dan bukan faktor kebutuhan dengan dorongan logika. Kita membeli mobil baru bukan karena kita membutuhkan mobil baru namun karena kita menginginkannya dengan alasan yang tidak terlalu kuat, seperti: tetangga memiliki mobil baru, bentuknya bagus, atau kita sudah bosan dengan mobil yang lama. Logiskah keinginan kita untuk membeli mobil baru tersebut? Apakah kita membutuhkannya? Lain halnya dengan seorang mahasiswa yang membutuhkan uang untuk membayar SPP, bila ia telat atau tidak membayar maka ia tidak bisa mengikuti kuliah pada semester depan.

 

            Kebutuhan memiliki sifat di mana bila tidak dipenuhi maka kita tidak bisa melakukan sesuatu. Selain itu, kita akan merasakan dampak yang cukup berarti dari ketidakterpenuhinya kebutuhan tersebut. Berbeda dengan keinginan, bila tidak dipenuhi tidak ada pengaruhnya dengan kehidupan kita sehari-hari, mungkin hanya rasa penyesalan sesaat.

 

Dalam contoh kasus di atas bisa kita jawab, apa yang akan terjadi bila kita tidak jadi membeli mobil? Tidak ada pengaruh yang begitu berarti, toh kita juga sudah memiliki mobil. Mungkin yang akan kita rasakan hanyalah penyesalan. Namun, apa yang akan terjadi saat kita berada pada posisi sebagai mahasiswa yang tidak bisa membayar SPP? Dampaknya sangat besar yaitu kita tidak bisa kuliah lagi dan dengan terpaksa harus terminal untuk beberapa waktu.

 

Referensi:

Ariefiansyah, Miyosi. "Cash Flow Management untuk Awam & Pemula". 2012. Jakarta: Laskar Aksara.

 

The content does not represent the perspective of UC