Banyak yang merasa kurang nyaman dengan uang tunai yang kita bawa atau pegang. Ketika merasa tidak aman dengan uang yang ada di tangan kita (cash on hand) dan lebih memilih untuk menginvestasikan uang tersebut, maka tujuan investasi tersebut adalah untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman. Rasa aman yang dimaksud di sini tak hanya yang bersifat fisik namun juga psikis.

 

Pernahkah kita menjumpai kasus di mana ada seseorang memiliki penghasilan besar namun selalu habis dan tak bersisa sedikitpun setiap bulannya, bahkan minus? ATM yang ia miliki hanya berfungsi sebagai jalan tol saja yang langsung kosong setelah terisi penuh oleh penghasilan. Kosongnya ATM tersebut karena kegiatan konsumsi yang terlalu tinggi. Begitu seterusnya setiap kali seseorang tersebut menerima penghasilan. Adakah yang salah? Apakah kita seperti itu?

 

Kenyataannya beberapa di antara kita memang seperti itu. Perilaku konsumtif tersebut disebabkan karena kita tidak bisa mengatur pengeluaran dan pemasukan pribadi. Biasanya perilaku konsumtif seperti itu akan sering dijumpai di kota besar karena banyaknya kemudahan serta pengaruh lingkungan. Sebagian di antara kita ada yang tidak terpengaruh dan bersikap konservatif terhadap penghasilan. Namun, banyak juga yang bersikap sebaliknya. Berapapun penghasilan yang didapat dan uang yang ada di tangan selalu saja habis dalam sekejap untuk kegiatan yang kurang atau bahkan tidak produktif. Gaya hidup yang tidak teratur menyebabkan sebagian dari kita yang mungkin sudah memiliki penghasilan besar tetap merasa tidak cukup karena tidak bisa mengatur pengeluaran dan pemasukan dengan baik. Bagaimana? Benarkah demikian?

 

Investasi merupakan solusi tepat untuk “menyelamatkan” harta atau aset yang kita miliki. Dengan berinvestasi, uang yang tadinya akan habis untuk hal-hal konsumtif  bisa dialihkan untuk hal-hal yang produktif. Kita pun akan terhindar dari kegiatan konsumtif yang tidak berguna. Contoh di atas adalah alasan berinvestasi yang bertujuan untuk keamanan dari sisi psikis.

 

Sedangkan alasan investasi untuk keamanan dari sisi fisik adalah ketika tujuan kita berinvestasi untuk mengamankan uang yang kita miliki dari tindak kejahatan pihak lain. Misalnya, kita menginvestasikan uang dalam bentuk tanah dan rumah, karena khawatir bila memiliki uang tersebut secara tunai, para pelaku kejahatan akan mengintai. Dengan menginvestasikan uang dalam bentuk tanah dan rumah, kita akan merasa nyaman dan aman karena uang yang dimiliki sudah diubah dalam bentuk lain.

 

Investasi memang bisa “menyelamatkan” uang yang berada di tangan kita untuk hal-hal yang lebih berguna dan bermanfaat di masa depan. Ketika kita merasa tidak aman dan nyaman dengan terlalu banyak uang yang berada di tangan, salah satu solusi yang bisa kita lakukan adalah dengan menginvestasikan uang tersebut ke dalam bentuk lain yang lebih aman. Ketika kita takut uang kita akan dirampok atau ketika kita takut uang kita akan habis untuk kegiatan konsumsi yang kurang bermanfaat, maka kita bisa memilih investasi sebagai alternatif cerdasnya. Dengan begitu, uang kita terselamatkan dan kita pun akan mendapatkan keuntungan di masa depan.

 

Referensi:

Ariefiansyah, Miyosi dan Ryan Ariefiansyah. "Investasi Emas: Cara Kaya untuk Semua Umur dan Semua Kalangan".  2011. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.

The content does not represent the perspective of UC