Ada begitu banyak peluang dan kesempatan yang bisa kita raih saat masih kuliah, termasuk yang ada hubungannya dengan penghasilan. Jangan pernah sia-siakan hal tersebut.

 

            Apa saja?

 

1. Asisten Dosen/ Lab.

 

Menjadi asisten dosen bukan untuk keren-kerenan saja, namun untuk belajar bagaimana “mengendalikan” orang lain dalam hal ini adalah mahasiswa yang kita ajar. Biasanya, syarat untuk menjadi asisten dosen adalah mahasiswa yang memiliki IPK tinggi dan juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Namun, setiap fakultas atau jurusan tentu memiliki kebijaksanaan yang berbeda-beda. Yang jelas, menjadi asisten dosen ini memiliki banyak manfaat. Selain lingkungan pergaulan bertambah, jaringan atau link juga ikut bertambah. Kelak, ketika kita sudah lulus, bisa jadi kita bekerja di tempat yang sudah kita kenal sebelumnya.

 

2. Tentor/ Guru Privat

 

Selain menjadi asisten dosen, menjadi tentor juga merupakan alternatif pilihan pekerjaan yang bisa kita ambil. Di samping waktunya yang fleksibel, pergaulan kita dengan lingkungan luar kampus pun akan semakin bertambah. Hal ini sangat penting. Begitu banyak mahasiswa yang terjebak dengan persepsinya sendiri. Mereka merasa dirinya yang paling hebat, padahal ketika ke luar kampus dan berbaur dengan yang lain, ternyata mahasiswa yang merasa hebat tersebut bukanlah siapa-siapa.

 

3. Staf Lepas di Kantor Konsultan

 

Menjadi staf lepas di kantor konsultan yang dimiliki oleh salah satu dosen bisa menjadi pilihan lain. Biasanya, dosen-dosen yang memiliki kantor konsultan merekrut mahasiswanya sendiri untuk bekerja di kantornya. Dari sisi dosen yang memiliki kantor konsultan, ia bisa membayar pegawai dengan tarif yang murah. Sedangkan dari sisi mahasiswa, kita bisa belajar menghadapi dunia kerja sebelum terjun di dunia kerja yang sebenarnya. Simbiosis mutualisme bukan?

 

4. Mengikuti Proyek Dosen

 

Gunakan prinsip menjemput bola sepintar apa pun diri kita sebagai mahasiswa. Ingatlah bahwa kita bukanlah satu-satunya mahasiswa yang pintar di jurusan. Ada begitu banyak mahasiswa dengan kemampuan yang sama seperti kita. Salah satu nilai tambah yang harus kita miliki adalah keaktifan dalam menjaring informasi, termasuk yang ada hubungannya dengan pekerjaan. Rajin-rajinlah menjaring informasi tentang proyek dosen dan tunjukkan antusiasme kita. Sadarlah bahwa tak ada satu dosen pun yang mungkin mengiba dan memohon-mohon pada kita agar masuk dalam tim proyeknya. Kitalah yang harus aktif.

 

5. Bisnis

 

Bisnis menjadi pilihan banyak mahasiswa saat ini, apalagi dengan banyaknya kompetisi ide bisnis, semakin banyak mahasiswa yang bergairah untuk menekuni bisnis “sebelum waktunya”. Nah, bila kita memang tertarik, mengapa tak mencoba peluang mengikuti kompetisi bisnis tersebut. Bukan masalah menang tidaknya, namun masalah keaktifan kita dalam memanfaatkan peluang dan celah yang kelak akan bermanfaat di masa depan.

 

6. Menulis

 

Mahasiswa menulis, mengapa tidak. Saat ini begitu banyak lowongan penulis yang bahkan diperuntukkan bagi mahasiswa, mulai dari penulis artikel hingga buku. Lomba- lomba menulis pun bertebaran di mana-mana. Bila kita berminta, coba saja targetkan untuk mengikuti lomba menulis seminggu sekali. Atau, kita bisa menargetkan untuk mengirim tulisan kita ke media masa sebulan sekali. Kebiasaan menulis ini akan sangat berguna ketika kita menghadapi skripsi. Ada begitu banyak mahasiswa cerdas yang mengalami kemacetan saat skripsi hanya karena tidak bisa merangkai kata. Dengan membiasakan menulis sejak awal, masalah kemacetan skripsi hanya karena tak bisa merangkai kata- kata bisa kita atasi.

 

            Bagaimana? Tertarik menjadi bagian dari salah satunya?

 

Referensi:

Ariefiansyah, Miyosi dan Ernawati Neng Lisojung. “Kuliah vs Kuli-ah”. 2015. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

The content does not represent the perspective of UC