A Girl At My Door (2014)

Referensi pihak ketiga

Bae Doona memerankan polisi wanita yang menangani kasus pelecehan terhadap seorang gadis yang diperankan Kim Sae-ron. Film ini sempat diputar di Festival Film Cannes 2014. Karena masih maraknya pertentangan soal LGBT di Korea Selatan, ambiguitas hubungan dua tokoh wanita di film ini membuat A Girl At My Door mesti dibiayai oleh Dewan Film Korea. Bujetnya sendiri ditekan sampai hanya US$ 300 ribu. Baik Bae Doona maupun Kim Sae-ron bersedia tidak dibayar.

Antique (2008)

Referensi pihak ketiga

Diadaptasi dari manga berjudul Antique Bakery, film yang diundang untuk melakukan pemutaran di Festival Film Berlin ini mengisahkan kisah cinta kompleks berlatar toko kue.

Man on High Heels (2014)

Referensi pihak ketiga

Film ini unik karena mengisahkan seorang detektif bagian pembunuhan yang dikenal brutal dan sadis oleh orang-orang di sekitarnya, tapi sebenarnya menyimpan hasrat untuk menjadi wanita.

Night Flight (2014)

Referensi pihak ketiga

Diputar perdana di Festival Film Berlin tahun 2014, Night Flight mengisahkan romansa LGBT berlatarkan SMA dan tokoh-tokoh remaja.

No Regret (2006)

Referensi pihak ketiga

Film ini disebut sebagai film Korea pertama yang secara nyata mengangkat tema gay, meski sebelumnya sudah ada beberapa judul yang menyinggung tema serupa. No Regret pun adalah film Korea Selatan pertama yang digarap oleh sutradara yang secara terbuka mengaku sebagai seorang gay, yakni Leesong Hi-il, yang kelak juga menggarap Night Flight.

The Handmaiden (2016)

Referensi pihak ketiga

Film ini terinspirasi dari novel Fingersmith karya penulis asal Wales, Sarah Waters, di mana latar era Victoria dipindahkan ke Korea pada masa pendudukan Jepang. Pada ajang British Academy Film Awards (BAFTA), film ini sukses memenangkan kategori Best Film Not in the English Language. Pun di seluruh dunia, The Handmaiden sukses mengumpulkan total $37 juta.

Two Weddings and a Funeral (2012)

Referensi pihak ketiga

Film ini menyentil intoleransi masyarakat Korea Selatan perihal pernikahan LGBT. Film ini merupakan debut sutradara Kim Jho Kwang-soo yang sebelumnya kerap mengangkat tema LGBT di film-film pendeknya. Sejauh ini, Two Weddings and a Funeral adalah film bertema queer paling sukses di Korea Selatan.

The content does not represent the perspective of UC