Referensi pihak ketiga

Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Ma'ruf Amin memang kerap terdengar bahwa ada segelintir orang yang ingin menggagalkan pelantikan tersebut. Terutama di media sosial, banyak kabar-kabar tersebut tersebar begitu bebas.

Salah satu cara 'dari kabar yang beredar tersebut' mengatakan bahwa cara menggagalkan pelantikan tersebut adalah dengan berdemo dan mengundang masyarakat luas. Namun tampaknya kabar itu kurang benar apabila pelantikan tersebut digagalkan dengan cara berdemo.

Referensi pihak ketiga

Sebab ternyata ada cara lain yang ingin dilakukan mereka 'yang ingin pelantikan ini gagal'. Adalah dengan cara meledakkan bom di sepanjang Grogol sampai dengan Roxy. Hal ini disampikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto kepada wartawan.

"Mereka berencana akan meledakkan bom-bom tersebut di sepanjang Grogol sampai dengan Roxy (Jakarta Barat)," ujar Kombes Suyudi Ario Seto, seperti yang dilansir dari Medcom.co.id (9/10/19).

"Target utama mereka membatalkan pelantikan presiden," lanjut Kombes Suyudi Ario Seto.

Referensi pihak ketiga

Lalu siapa yang ingin menggagalkan pelantikan dengan cara ekstrem tersebut? Ternyata dia bukan orang sembarangan, sebab ia merupakan orang pintar yang mana pernah menjadi Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB). Namanya adalah Abdul Basith!

Saat ini, Abdul Basith sudah ditangkap dan telah dijadikan tersangka atas kasus kerusuhan saat aksi Mujahid 212 di Jakarta, Sabtu, 28 September 2019. Tak sendiri, ia juga ditangkap bersama 9 orang lainnya, yakni berinisial S, OS, JAF, AL, AD, SAM, YF, ALI, dan FEB.

Bagaimana menurut kalian semua?

The content does not represent the perspective of UC