The Exorcist (1973)

Referensi pihak ketiga

The Exorcist mengisahkan seorang ibu dan puterinya, yang kerasukan iblis bernama Pazuzu setelah bermain papan Ouija, dan mulai bertingkah aneh, mulai dari kencing di karpet di depan tamu-tamu pesta, muntah di sembarang tempat, hingga kayang sambil menuruni tangga. Setelah pemeriksaan medis tak menemui hasil, dua Pendeta pun diutus untuk menanganinya. Film ini mengandalkan permainan atmosfer, juga tata suara dan musik disturbing.

Rosemary’s Baby (1968)

Referensi pihak ketiga

Mengadaptasi novel buatan Ira Levin yang terbit setahun sebelumnya, film ini mengajak kita mengamati Rosemary dan suaminya yang baru pindah ke apartemen baru. Suatu malam, saat Rosemary tertidur setelah meminum segelas teh buatan tetangganya, ia bermimpi dilecehkan oleh makhluk misterius bertanduk. Pagi harinya, ia mendapati dirinya sudah hamil. Pilihan konklusinya ambigu, yang justru menambah kengerian yang dibangun ceritanya.

Night of The Living Dead (1968)

Referensi pihak ketiga

Film ini mendobrak batas soal tingkat kekerasan yang bisa ditampilkan dalam film sekaligus membuka jalan bagi era baru film zombie. Dibuat dengan hanya $114 ribu, film ini sanggup mengumpulkan $30 juta, menjadikannya film paling untung pada masanya. Barbra dan kakaknya, Johnny, tengah mengunjungi makam sang ayah saat seorang pria dengan cara jalan aneh menyerang dan membunuh Johnny. Barbra kabur ke sebuah rumah kosong di mana ia bertemu Ben dan para penyintas lain. Mereka pun mulai bekerja sama untuk berlindung di sana. Mengandalkan suasana klaustrofobik ditambah kekerasan brutal, wajar jika pasca Night of the Living Dead, George Romero dijuluki "Bapak Film Zombie".

The Witch (2015)

Referensi pihak ketiga

Berlokasi di New England tahun 1600an, di mana sebuah keluarga puritan tinggal di kediaman baru mereka di tengah hutan setelah diusir dari kampung, The Witch mengisahkan teror yang mengintai keluarga tersebut, yang diawali hilangnya sang bayi. Film ini mengandalkan permainan gambar dan atmosfer daripada jump scare. Sang sutradara sendiri membuat film ini untuk menyalurkan rasa takutnya terhadap penyihir yang ia miliki sejak kecil saat seperti karakter filmnya, tinggal di dekat hutan.

It Follows (2014)

Referensi pihak ketiga

Mendengar langkah kaki mengikuti saat berjalan sendirian di tengah malam mungkin jadi ketakutan hampir semua orang, dan film ini memanfaatkan ketakutan tersebut, memadukannya dengan teror supranatural dan pesan soal aktivitas seksual. Film ini menerapkan tempo lambat dan rasa takut yang dibangun pelan-pelan tapi pasti sebagaimana hantunya yang hanya bisa berjalan namun tak bisa dihentikan.

The Wicker Man (1973)

Referensi pihak ketiga

Saat seorang polisi sekaligus penganut Katolik taat diutus ke sebuah desa di pulau terpencil untuk mencari seorang gadis yang hilang, ia justru menemukan kejanggalan pada masyarakatnya. Tidak ada yang mengenal gadis itu, termasuk sang ibu. Warga di sana memuja dewa pagan setempat dan menghancurkan gereja. Dibangun perlahan, The Wicker Man berkulminasi pada klimaks mencengangkan yang sukar ditebak.

Cannibal Holocaust (1980)

Referensi pihak ketiga

Salah satu contoh awal film found footage, yang mengisahkan seorang antropolog yang menemukan rekaman empat sineas muda dalam perjalanan mereka menyusuri hutan Amazon untuk meneliti suku kanibal. Menampilkan beberapa momen paling gila dalam film, Cannibal Holocaust tidak perlu jump scare, cukup deretan gambar-gambar yang akan membuat penonton tidak nyaman.

The content does not represent the perspective of UC