Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi dan motivasi untuk mengandalkan Allah yang senantiasa setia, bahkan di kala kita sendiri mengakui dosa kita.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Selengkapnya ada dalam Bacaan Liturgi 29 April 2019 Hari Biasa Pekan Paskah II PW S. Katarina dari Siena, Perawan dan Pujangga Gereja Bacaan Pertama 1Yohanes 1:5-2:2. Mari kita baca dan renungkan.

Saudara-saudara terkasih, inilah berita yang telah kami dengar dari Yesus Kristus, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang, dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta, dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri, dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Allah adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata bahwa kita tidak berbuat dosa, maka kita membuat Allah menjadi pendusta, dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.
Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa; namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil. Dialah pendamaian untuk segala dosa kita; malahan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.
Demikianlah sabda Tuhan. Syuku kepada Allah.

Inti dari bacaan itu dapat kita pusatkan pada kalimat sabda ini. Jika kita berkata bahwa kita tidak berbuat dosa, maka kita membuat Allah menjadi pendusta, dan firman-Nya tidak ada di dalam kita. Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa; namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil. Dialah pendamaian untuk segala dosa kita; malahan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

Di sinilah kita mengalami Allah yang setia, bahkan di saat kita jatuh ke dalam dosa, dan dengan rendah hati kita mengakui dan memohon pengampunan-Nya,; maka daya kerahiman dan ampunan-Nya dicurahkan kepada kita.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 28/4/2019

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan 1 Yohanes 1:5-2:2

The content does not represent the perspective of UC