Pemain-pemain seperti Neymar hingga Luis Suarez jelas jago berakting, berpura-pura kesakitan di tengah lapangan. Tapi ketujuh pemain di bawah ini benar-benar menyalurkan bakat atau keinginan akting mereka sesuai tempatnya, yakni di film layar lebar.

CARLO ANCELOTTI

Referensi pihak ketiga

Pelatih yang baru saja resmi menukangi Napoli ini sempat menjajal akting di 1983, di mana saat itu ia masih bermain di AS Roma. Ancelotti bermain di film komedi Italia berjudul The World of Don Camillo yang mengisahkan pendeta yang harus melatih tim sepakbola lokal melawan tim bernama "Devils". Ancelotti menjadi salah satu pemain Devils yang bermain kotor sepanjang pertandingan.

DAVID BECKHAM

Referensi pihak ketiga

Beckham dan sang istri, Victoria Adams, berniat tampil sebagai cameo di Bend it Like Beckham (2002) tapi batal karena jadwal yang bentrok. Lalu bersama Zidane dan Raul ia muncul sebagai cameo di Goal! (2005), sementara di sekuelnya, Goal II: Living the Dream (2007), ia mendapat peran lebih besar karena si tokoh utama pindah ke Real Madrid. Dia pun pernah dua kali muncul di film buatan sang sahabat, Guy Ritchie, yaitu The Man from U.N.C.L.E. (2015) dan King Arthur: Legend of the Sword (2017). Ketika ditanya apakah ingin menekuni akting secara serius, Beckham menolak dengan alasan "saya terlalu kaku".

ERIC CANTONA

Referensi pihak ketiga

Bukan cuma sukses sebagai pesepakbola, karir akting Cantona pun tak mengecewakan. Dari film pemenang Oscar yang dibintangi Cate Blanchett, Elizabeth (1998), memainkan versi alternatif dari dirinya di Looking for Eric, sampai The Salvation (2014) yang turut menampilkan nama-nama seperti Mads Mikkelsen, Eva Green, dan Jeffrey Dean Morgan.

IAN WRIGHT

Referensi pihak ketiga

Legenda Arsenal ini bermain di film Rumania berjudul Gun of the Black Sun (2011) yang berkisah tentang Neo-Nazi dan melibatkan naga. Dalam film "aneh" ini, Wright memerankan gangster Inggris.

PELE

Referensi pihak ketiga

Enam tahun pasca pensiun, Pele tampil di Escape to Victory (1981) untuk memamerkan tendangan saltonya. Dia pun muncul di A Minor Miracle (1983) ketika ia membantu beberapa anak yatim menyelamatkan rumah mereka, juga di Hotshot (1987) sebagai idola dari tokoh utama filmnya.

STAN COLLYMORE

Referensi pihak ketiga

Mantan striker Liverpool dan Aston Villa ini tidak asing dengan kontroversi, termasuk beberapa kasus kekerasan terhadap perempuan, dan secara kebetulan, debut aktingnya adalah di Basic Instinct 2 (2006) yang memiliki tema kekerasan seksual. Collymore bermain sebagai pesepakbola.

VINNIE JONES

Referensi pihak ketiga

Jones adalah pesepakbola yang paling sukses bertransformasi sebaai aktor. Gelandang asal Wales ini pernah tampil di lebih dari 350 pertandingan kasta teratas Liga Inggris bersama Chelsea, Leeds United, dan WImbledon. Debut aktingnya adalah melalui film Lock, Stock, and Two Smoking Barrels (1998) buatan Guy Ritchie. Setelah itu karirnya cukup stabil, diisi film-film aksi seperti Snatch (2000), Gone in 60 Seconds (2000), Swordfish (2001), dan tentu saja, memerankan Juggernaut di X-Men: The Last Stand (2006).

This article is non-journalistic content copyrighted by the We-Media author and do not reflect the views of UC News