Sahabat UCers, negara kita memiliki banyak pejabat yang seharusnya mengurusi urusan rakyat, meski dalam banyak hal pejabat yang menduduki sebuah jabatan di pemerintah lebih sering bertindak seperti 'raja' yang melulu minta pelayanan dari rakyatnya.

Referensi pihak ketiga

Dahulu, Al-Aqra’ bin Habis, salah satu amir di negeri Islam datang menghadap Amirul Mukminin, Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Saat itu Al-Aqra terkejut ketika mendapati Umar sedang bermain dengan anak-anaknya. Ada yang bergelantungan di lengannya dan ada pula yang tengah berada di atas punggung Umar.

Dengan keheranan, al-Aqra bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, apa-apaan hal ini? Apakah memang seperti ini yang Anda lakukan bersama anak-anak Anda?”

Umar kemudian beranjak bangun dari posisinya dan balik bertanya kepada al-Aqra’, “Hai al-Aqra’, kamu sendiri apa yang kamu lakukan di rumah?”

Dia menjawab, “Ketika aku masuk rumah, orang yang berdiri langsung duduk, orang yang berbicara langsung diam, dan orang yang tidur langsung bangun. Saya mempunyai sepuluh anak, tetapi saya tidak pernah mencium satu pun dari mereka.”

Lantas Umar berkata, “Kalau begitu kamu tidak layak menjadi penguasa bagi kaum muslimin.” Selanjutnya Al-Aqra dipecat.

Referensi pihak ketiga

Sahabat UCers, Umar bin al-khaththab seorang pemimpin umat dengan kualitas kepemimpinan yang melegenda, begitu memperhatikan para pejabat yang membantunya mengurusi urusan umat.

Dan tentu, kepemimpinan seseorang pertama kali teruji dengan kepemimpinan di dalam keluarganya. Sebagai orangtua, mari perhatikan bagaimana kita berinteraksi dengan anak-anak kita. Apakah dengan penuh kasih sayang atau justru dengan 'kekuatan' yang membuat kita menjadi sosok orangtua yang sekedar ditakuti bukannya dihormati dan diteladani.

Semoga menjadi renungan.

----

Sumber Referensi:

kisahmuslim.com/3047-yang-langka-jenaka-dan-pilihan.html

The content does not represent the perspective of UC