Pemilik hak cipta

Acara dialog tentang pahlawan jaman now yang diselenggarakan Jamaah Kopdariyah di Demplot Pertanian Organis Pastoran Sanjaya Muntilan pada hari Minggu (19/1/2017), membuatku berjumpa dengan para sahabat baru. Salah satu di antaranya adalah K.H. Ahmad Labib Asrori atau akrab disapa Gus Labib, pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thullab Desa Wonosari, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.

Kepadaku, Gus Labib menerangkan bahwa Jamaah Kopdariyah merupakan komunitas merdeka yang beranggotakan pribadi-pribadi yang rindu membangun kebersamaan sebagai warga bangsa Indonesia dalam keberagaman. Spiritnya adalah ke-Bhinneka Tunggal Ika-an untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tingkat akar rumput atas dasar Pancasila dan UUD 1945.

Pemilik hak cipta

Saya sungguh bergembira dan bahagia boleh dan bisa berjumpa, berkenalan dan bersahabat dengan Gus Labib. Perjumpaan pertama itu sudah ditandai keakraban dan keramahtamahan sebagai sesama saudara kendati berbeda agama. Keramahtamahan kualami mulai dari saat kami saling berjabatan tangan, berpelukan hingga cipika-cipiki penuh persahabatan dan persaudaraan. Beliau pun mengundangku untuk datang bersilaturahmi ke pondok beliau di Tempuran. Pada saatnya, hal itu pasti akan terjadi, sehingga persahabatan itu kian erat dan sejati, tak sekadar suatu basa-basi.

Pada kesempatan tersebut, Gus Labib memang rawuh (hadir) terlambat berhubung masih ada acara di tempat lain. Namun demikian, beliau tetap rawuh meski terlambat dan kemudian bergabung bersama kami dan sekaligus memberikan pencerahan terkait dengan tema pahlawan jaman now.

Beliau juga membacakan puisi yang bagus tentang "Ada" untuk menyadari dan menyadarkan keberadaan kita oleh karena "Sang Ada". Demikian juga, keberadaan banyak pihak lain tak boleh diabaikan sebab keberadaan mereka membuat keberadaan kita menjadi nyata. Beliau juga yang meminta padaku untuk mengiringi dengan alunan saksofon, lagu "Kemesraan" di penghujung acara dialog tersebut.

Pemilik hak cipta

Sebagai tanda terima kasihku atas persahabatan itu, kuhaturkan kepada beliau album dan bukuku yang berjudul "Terima Kasih: Jadikan hatiku seperti HatiMu". Beliau pun menerima dengan gembira kenang-kenangan itu.

Matur sembah nuwun. Terima kasih kasih Gus Labib atas perjumpaan, perkenalan, dan persahabatan yang boleh kita rajut. Semoga berkembang menjadi persaudaraan sejati demi mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat kita yang semakin sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya. Salam sejahtera untuk kita bersama dan untuk negeri kita!***

The content does not represent the perspective of UC