Persija Juara Liga 1 l Gambar: bola.com

Satgas yang dibentuk langsung oleh Kapolri, Tito Karnavian sedikit demi sedikit mulai berhasil membongkar sindikat mafia sepak bola di Indonesia. Beberapa oknum yang diduga terlibat dalam skandal pengaturan skor satu per satu telah ditangkap. Mirisnya, beberapa dari oknum tersebut justru berasal dari kalangan pengurus PSSI.

Tidak hanya mengusut tuntas oknum-oknum yang terlibat dalam aktifitas jual beli pertandingan, Satgat yang dibentuk Kapolri juga akan mengusut klub-klub di Indonesia yang terlibat pengaturan skor. Bahkan salah satu anggota Satgas, Brigjen Pol Krishna Murti telah membongkar ciri-ciri klub Indonesia yang terlibat mafia sepak bola.

Dilansir dari indosport.com (30/12/2018), melalui akun Instagram pribadinya, Krishna membongkar ciri-ciri klub yang terlibat pengaturan skor, yakni merupakan klub besar yang berhasil menjadi juara dan dimiliki orang-orang dalam federasi.

"Ada beberapa club sepak bola besar banget. Pemiliknya adalah orang-orang dalam federasi. Juara pula. Itu sama saja Pengurus FA Inggris juga punya club Chelsea. Pokoknya elu elu kupret aja dah yang punya bola, cuma ada di Indonesia yang seperti itu. bongkar," tulis Krishna Murti.

Walaupun tidak menyebut nama klub tersebut, banyak netizen yang menyebut bahwa yang dimaksud oleh Krishna adalah Persija Jakarta. Pasalnya pada musim ini Persija keluar sebagai juara dan seperti diketahui mayoritas saham Persija dimiliki oleh Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono.

Namun tidak selang beberapa lama, Krishna langsung menyunting tulisannya di Instagram dengan menghapus 2 kata: "Juara pula". Tetapi akibat ucapannya tersebut banyak netizen yang sudah terlanjur curiga Persija sebagai klub yang terlibat dengan mafia di Indonesia.

Apabila kecurigaan netizen tersebut terbukti, maka Persija terancam mendapatkan sanksi yang cukup berat. Seperti klub Italia, Juventus yang pernah terlibat skandal mafia sepak bola, Persija juga bisa terancam degradasi dan dicabut gelar juaranya.

Tetapi sebelum semua terbukti, harus ada asas praduga tak bersalah untuk Persija. Sebelum Satgas bisa membuktikannya, saat ini gelar juara Persija di Liga 1 musim 2018 masih sah.

Nah, bagaimana komentarmu sahabat UCers?

The content does not represent the perspective of UC