Nasi merupakan makanan pokok bagi sebagian besar orang masyarakat Indonesia. Sarapan, makan siang, hingga makan malam, nasi selalu menjadi menu utamanya. Bahkan kata kebanyakan orang, belum 'makan' kalau belum konsumsi nasi. Bagaimana denganmu? hehe.

Umumnya nasi disantap dalam keadaan panas atau hangat. Karena diyakini lebih terasa nikmat. Bahkan, sampai ada yang bilang nasi panas ditambah dengan sambal saja bakalan jadi lebih enak.

Untuk itu, muncullah teknologi magic jar yang hingga kini banyak dipakai, terutatama dikalangan ibu-ibu rumah tangga. Dengan magic jar, nasi akan bisa dikonsumsi dalam keadaan hangat terus.

Referensi pihak ketiga

Namun, pernahkah terbesit dalam pikiranmu, sebenarnya lebih sehat yang mana, ya? Nasi panas atau nasi dingin?

Referensi pihak ketiga

Menurut Dr. Juwalita Surapsari, SpGK, seorang pakar kesehatan nutrisi, kandungan gula yang ada pada nasi dingin ternyata lebih rendah daripada nasi panas. Maka bagi para penderita diabetes lebih sering disarankan untuk lebih memilih nasi dingin ketimbang nasi panas. Namun, lebih lanjut Dr. Juwalita mengatakan bahwa bukan berarti kita dapat melakukan diet hanya dengan mengonsumsi nasi dingin. Kita tetap harus memperhatikan asupan-asupan gizi seimbang sehingga baik karbohidrat, protein, dan sayuran tetap harus dikonsumsi.

Referensi pihak ketiga

Agar semakin sehat, baik yang mengidap penyakit diabetes maupun yang tidak, memang lebih baik mengonsumsi nasi dingin. Namun kamu juga bisa mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, nasi merah, ataupun nasi hitam. Dengan mengonsumsi karbohidrat yang kaya akan kandungan serat, gula dalam darah juga tidak akan mudah meningkat yang justru akan memperparah bila kamu menderita diabetes.

Nah kamu termasuk penyuka nasi panas atau dingin nih?


Sumber: yukepo.com/amp/hiburan/tips/nasi-panas-vs-nasi-dingin-lebih-sehat-yang-mana-kira-kira-cari-tahu-di-sini/


The content does not represent the perspective of UC