Adalah hal biasa ketika sebuah film memecah opini penonton secara ekstrim, sebagaimana terjadi pada ketujuh film horor berikut.

The Shining (1980)

Referensi pihak ketiga

Sebuah film klasik bagi sebagian penonton, horor membosankan dan membingungkan bagi sebagian lain. Mendapat dua nominasi Razzie untuk "Aktris Terburuk" dan "Sutradara Terburuk", bahkan dibenci oleh Stephen King, selaku penulis novel sumber adaptasinya, seiring waktu, The Shining justru dianggap salah satu film terbaik sepanjang masa dan banyak memancing diskusi.

The Witch (2015)

Referensi pihak ketiga

Mereka yang mencintai film ini menganggapnya sebagai horor brilian yang inovatif dan elegan, sementara para pembencinya menganggap The Witch membosankan karena berjalan lambat dan tanpa jump scare layaknya horor-horor arus utama.

Berberian Sound Studio (2012)

Referensi pihak ketiga

Mengisahkan karakter utamanya yang bekerja di studio efek suara film horor dan perlahan mulai kehilangan kewarasannya. Memilih memanfaatkan teror sureal dan psikologis, penonton umum menganggapnya membosankan dan bertele-tele, sementara kritikus terpukau oleh cara tutur unik serta akting Toby Jones.

Mother! (2017)

Referensi pihak ketiga

Mother! dibenci karena dua hal: absurditasnya dalam bertutur dan interpretasi kontroversial sutradara sekaligus penulis naskah Darren Aronofsky terhadap kisah-kisah dalam Alkitab. Namun banyak pula yang memuji keberania Aronofsky mengemas filmnya secara unik.

House of 1000 Corpses (2003)

Referensi pihak ketiga

Beberapa menyebut debut penyutradaraan Rob Zombie ini horor eksploitasi yang menyenangkan dan brutal sebagaimana film-film masa lalu. Tapi beberapa penonton amat membencinya, menganggapnya murahan, dan penuh kelemahan.

Friday the 13th (1980)

Referensi pihak ketiga

Muncul 2 tahun pasca Halloween yang lebih mengandalkan atmosfer, salah satu pionir film slasher ini dibenci para kritikus, bahkan Gene Siskel membocorkan twist filmnya di awal ulasan agar pembaca tidak menonton film ini, lalu menyebut sutradara Sean S. Cunningham (makhluk paling kejam yang pernah ada di industri film". Tapi bagi para penggemar horor, sadisme yang diberikan film ini justru menyenangkan disimak.

It Follows (2014)

Referensi pihak ketiga

Seperti banyak film lain di daftar ini, film ini dibenci banyak penonton karena tempo lambat dan alurnya yang mengundang pertanyaan. Sementara mereka yang mencintainya, menganggap It Follows menawarkan penyegaran baik di unsur teror maupun konten cerita yang turut menyelipkan pesan soal seksualitas remaja.

The content does not represent the perspective of UC