Kelima film berikut bukan saja memiliki ending yang mengejutkan, tapi juga mengerikan, menusuk, sehingga sukar dilupakan. (SPOILER ALERT)

THE DESCENT

Referensi pihak ketiga

Jika kalian belum menonton ending asli, alias bukan versi alternatif seperti yang diputar khusus untuk penonton Amerika (ini film rilisan Inggris), sama saja kalian belum menonton film yang mengisahkan ekspedisi menuju goa oleh sekelompok wanita ini. Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan monster yang membunuh satu per satu dari mereka. Si karakter utama, Sarah, berhasil keluar dari goa, hanya untuk menyadari bahwa itu semua cuma mimpi dan ia masih terjebak dengan para monster siap menerkamnya.

THE MIST

Referensi pihak ketiga

Salah satu twist ending paling terkenal, bahkan oleh mereka yang belum menonton filmnya. Ketika tersisa 5 orang dan 4 peluru, David, sang protagonis, menembak masing-masing dari mereka karena merasa putus asa untuk kabur dari monster, termasuk anaknya sendiri. Namun begitu David hendak melawan monster itu, tentara muncul, di mana mereka berhasil membunuh sang monster. Andai saja karakternya menunggu 5 menit lebih lama.

SAW

Referensi pihak ketiga

Film pertama Saw mengerikan bukan karena alat penyiksaan brutal sebagaimana deretan sekuelnya, namun elemen psikologis yang ditanamkan, termasuk pada ending tatkala terungkap bahwa mayat yang sepanjang film ada di tengah ruangan adalah Jigsaw yang kemudian bangkit dan mengurung Adam hingga mati di gudang.

DRAG ME TO HELL

Referensi pihak ketiga

Memadukan unsur horor dan komedi, Sam Raimi mengejutkan penonton lewat ending kelam nan mengerikan saat si karakter utama akhirnya diseret ke neraka setelah mengira berhasil menghentikan kutukan yang menimpanya.

MARTYRS

Referensi pihak ketiga

Ketika Anna dan Lucie berusaha membalas dendam pada orang-orang yang mengurung Lucie semasa kecil, Anna justru dikurung oleh sekelompok cult yang berusaha mencari tahu seperti apa akhirat. Untuk mengetahui itu, Anna dibawa pada kondisi hampir mati, sekujur tubuhnya dikuliti, dan dibiarkan terbaring sekarat.


The content does not represent the perspective of UC