Kita gemar dan telah sering ditakut-takuti oleh film horor produksi Hollywood. Namun ketika Hollywood lebih mengedepankan pada keseruan, horor buatan Inggris selalu setia menekankan pada kengerian nyata serta atmosfer. Berikut adalah 7 judul terseramnya.

The Wicker Man (1973)

Referensi pihak ketiga

Seorang polisi menginvestigasi kasus orang hilang di sebuah pulau terpencil yang akhirnya menggiringnya menemukan hal-hal misterius mengenai masyarakat di sana. Film mengerikan ini sayangnya dirusak oleh remake konyol yang dibintangi Nicolas Cage.

An American Werewolf In London (1981)

Referensi pihak ketiga

Dua orang sahabat tiba di kampung di mana manusia serigala hidup dan memangsa. Selain sentuhan komedi hitam, film ini pun dikenal lewat tata rias manusia serigala yang luar biasa meski tanpa bantuan CGI.

Eden Lake (2008)

Referensi pihak ketiga

Michael Fassbender dalam salah satu peran awal karirnya tampil dalam film mengenai perjalanan romantis sepasang kekasih yang berujung teror saat mereka bertemu beberapa pemuda lokal.

The Innocents (1961)

Referensi pihak ketiga

Adaptasi novela The Turn of the Screw ini merupakan salah satu film horor paling atmosferik yang pernah dibuat, membangun kengerian berdasarkan tensi yang merambat perlahan ketimbang jump scare beruntun.

Repulsion (1965)

Referensi pihak ketiga

Roman Polanski menuturkan kisah pergolakan kejiwaan seorang wanita lewat kemasan horor supranatural yang sedikit sureal. Dibungkus visual hitam-putih, atmosfer mencekik tak pernah lepas dari filmnya.

The Hallow (2015)

Referensi pihak ketiga

Mengisahkan sebuah keluarga yang baru saja dikaruniai seorang anak dan pinah ke rumah baru hanya untuk bertemu dengan monster-monster di tengah hutan, film ini dikemas bagai dongeng kelam yang imajinatif sekaligus menyeramkan.

Don’t Look Now (1973)

Referensi pihak ketiga

Mengadaptasi cerita pendek berjudul sama karya Daphne du Maurier, Don't Look Now adalah horor kontroversial yang dibangun berdasarkan rasa bersalah yang kemudian berkembang menjadi teror.

The content does not represent the perspective of UC