The Mirror (1975)

Referensi pihak ketiga

Di sebuah kabin yang gelap dan terasa melankolis, seorang wanita merenungkan ketiadaan suaminya, sementara anaknya menumpahkan setumpuk gula ke kepala seekor kucing. Kucing itu hanya diam sambil menikmati susu dan cranberry. Lalu perhatian mereka teralih ke luar di mana sebuah lumbung tengah dilalap api. Kamera bergerak memperlihatkan manusia-manusia itu di antara api membara dan air yang mengalir dari atap kabin. Adegan tersebut menggambarkan bagaimana Tarkovsky mampu menciptakan visual puitis kaya detail sebagai bentuk ode terhadap memori. The Mirror pun menyimpan keindahan yang kadang terasa mistis.

Leviathan (2012)

Referensi pihak ketiga

Bukti bahwa dokumenter juga mampu tampil indah, film ini menggali apa yang terjadi di sebuah kapal pancing. Tapi Leviathan bukan (cuma) tentang nelayan. Mereka hanya satu dari eksplorasi besar yang filmnya lakukan. Kameranya menangkap keseharian para nelayan menangkap ikan. Tidak ada narasi dipakai untuk menyusuri kepribadian para nelayan. Kita diajak melihat langsung keseharian mereka, sementara kapal pancing digambarkan bak monster atau mesin pembunuh lewat gambaran-gambaran dek penuh darah, ikan yang menggelepar, dan lain-lain.

Beau Travail (1999)

Referensi pihak ketiga

Claire Denis merangkai latihan gila-gilaan militer sebagai gambaran puitis. Filmnya mengalir mulus dari awal hingga akhir dengan gambar-gambar yang ekspresif. Perselisihan tercipta antara seorang sersan dengan bawahannya, yang sedikit memberi implikasi adanya erotisme di antara keduanya. Denis menerapkan keheingan menghanyutkan serta kehalusan gerak kamera.

Damnation (1988)

Referensi pihak ketiga

Di sebuah dunia yang seolah sudah ditinggalkan, sebuah mobil batu bara besar ditarik maju-mundur secara perlahan, menciptakan suara besi berdecit yang keras. Kamera secara pelan tapi pasti menyusuri mobil itu, dan dari jendela nampak siluet seorang pria tengah mengintip, menyaksikan peristiwa tersebut. Seorang pria penuh rasa iri yang tengah meratapi penderitaannya di negeri tanpa harapan itu. Dia mendambakan seorang wanita yang telah menikah, dan saat menerima pekerjaan untuk menyelundupkan barang berharga, ia menyerahkan itu pada suami sang wanita yang juga tengah kesulitan uang, dengan harapan, itu akan menjauhkan sang suami dari isitrinya. Damnation bergerak layaknya obat penenang yang disuntikkan ke otak penonton, memaparkan gambar yang melaju pelan dengan gerek repetitif.

L'Atalante (1934)

Referensi pihak ketiga

L'Atalante adalah karya pamungkas Jean Vigo yang meninggal di usia 29 tahun karena tuberkulosis yang ia derita di tengah proses syuting yang berlangsung dalam cuaca yang ekstrim. Ceritanya sederhana, sepasang kekasih, Jean dan Juliette, menikah, menghabiskan waktu bersama di sebuah tongkang yang dikapteni seorang pria. Gambar-gambarnya indah bak puisi, bahkan di kondisi-kondisi yang biasanya takkan terasa puitis.

The content does not represent the perspective of UC