Fenomena pengemis kaya raya sudah menjadi rahasia umum. Mereka yang secara fisik masih mampu dan sanggup untuk bekerja, nyatanya banyak yang memilih untuk menadahkan tangan meminta recehan.

detik.com

Bukan tanpa sebab menghinakan diri dan mengesampingkan malu seperti itu, pasalnya hasil yang didapat ternyata lebih dari cukup. Bahkan bisa melebihi gaji buruh yang mepet atau hanya sedikit di atas UMR.

Seperti misal apa yang diperoleh Legiman, oknum pengemis yang diamankan oleh petugas Satpol PP Kabupaten Pati pada hari Senin (14/1/2019) kemarin. Pengemis yang sehari-hari beroperasi di kawasan Alun-alun Pati itu ternyata seorang jutawan!

Dilansir dari detik.com (15/1/2019), Sekretaris Satpol PP Kabupaten Pati, Imam Rifai menjelaskan jika dari pemeriksaan petugasnya, Legiman membawa uang sebesar 695 ribu rupiah yang diakuinya sebagai hasil minta-minta selama setengah hari. Biasanya dia memperoleh sampai satu juta rupiah per hari. Jumlah yang sangat wow bukan?

Dari desakan petugas, si pengemis juga mengaku memiliki uang tabungan di bank sampai 900 juta rupiah dan beberapa aset bangunan. Diantaranta satu bidang tanah dengan nilai mencapai 250 juta rupiah, serta rumah senilai 275 juta.

ilustrasi rumah, bluprin.com

Tentu untuk membuktikan hal tersebut, petugas pun melakukan kroscek ke Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo, Pati dimana si pengemis mengaku tinggal disitu. Kepala Desa menyampaikan jika Legiman bukan warganya, akan tetapi dia mengetahui jika pengemis tersebut memiliki rumah dan tanah seperti yang disebutkan.

"Pengakuannya (punya aset juga) di Desa Wangunrejo kecamatan Margorejo. Saya juga dapat info dia tinggal di perumahan Gunung Bedah. Nah ini masih cukup membingungkan, mungkin aset dari hasil mengemis juga," ujar Imam rifai seperti dikutip dari detik.com (15/1/2019).

Apabila benar penghasilannya mencapai satu juta rupiah per hari, maka tak menutup kemungkinan Legiman memang memiliki aset dan harta yang melimpah. Apa yang disebutkan bisa jadi hanya sebagiannya saja, sementara yang tersembunyi dan tak tampak lebih mencengangkan.

Fenomena pengemis kaya ini merupakan permasalahan mental yang serius. Meskipun sudah punya banyak harta, namun tetap saja tebal muka untuk terus meminta-minta. Ini didukung dengan kebiasaan masyarakat kita juga yang sangat ringan tangan.

ilustrasi, tempo.co

Tanpa mempertimbangkan banyak hal, dengan mudah memberikan uang kepada pengemis. Maka dari itu, kita pun perlu berubah. Sekiranya pilih-pilih dulu sebelum memberikan bantuan. Jika masih banyak yang tampak lebih membutuhkan, alangkah baiknya urungkan untuk menyodorkan uang kepada pengemis secara sembarangan.


Sumber:

news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4385658/legiman-pengemis-tajir-di-pati-aset-propertinya-bertebaran

The content does not represent the perspective of UC