Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah kelanjutan berbagi proses pembacaan Laudato Si' (LS) yang diterbitkan oleh Paus Fransiskus dalam bingkai "Praksis Peradaban Kasih Ekologis, Buah Pertobatan Ekologis". Kali ini kita sampai pada teks yang menggarisbawahi pentingnya pendidikan ekologis. Mari kita baca teks selengkapnya dari LS 210.

Referensi pihak ketiga
"Pendidikan lingkungan setahap demi setahap telah memperluas targetnya. Jika pada awalnya sangat terfokus pada informasi ilmiah, peningkatan kesadaran, dan pencegahan risiko untuk lingkungan, sekarang pendidikan itu cenderung mencakup kritik terhadap “mitos” modernitas (individualisme, kemajuan tanpa batas, persaingan, konsumerisme, pasar tanpa aturan) yang didasarkan pada cara pikir utilitarian. Pendidikan itu cenderung memperhatikan berbagai tingkat keseimbangan ekologis: di tingkat internal dengan dirinya sendiri, di tingkat sosial dengan orang lainnya, di tingkat alami dengan semua makhluk hidup, dan di tingkat spiritual dengan Allah. Pendidikan lingkungan harus mempersiapkan kita melakukan lompatan ke “Misteri” yang memberi etika lingkungan maknanya yang terdalam. Selain itu, para pendidik harus mampu mengembangkan jalur-jalur pedagogis bagi etika ekologis, sehingga membantu orang secara efektif bertumbuh dalam solidaritas, dalam tanggung jawab, dan dalam perawatan penuh kasih." (LS 210)

Disebutkan dalam kutipan tersebut bahwa pendidikan lingkungan (ekologis - Aloys Budi Purnomo Pr - abpPr) kian meluas tahap demi tahap. Pada awalnya, pendidikan ekologis terfokus pada informasi ilmiah, peningkatan kesadaran dan pencegahan risiko unuk lingkungan. Sekarang ini, pendidikan cenderung mencakup kritik terhadap mitor modernitas yang ditandai oleh individualisme, kemajuan tanpa batas, persaingan, konsumerisme, pasar bebas tanpa aturan yang sangat utilitarian.

Referensi pihak ketiga

Bahkan, disebutkan, pendidikan ekologis mulai memperhatikan tingkat keseimbangan ekologis. Keseimbangan itu terjadi baik di tingkat internal, sosial, maupun holistik integral dengan semua mahkluk hidup bahkan di tingkat spiritual dengan Sang Pencipta. Paus Fransiskus berharap bahwa pendidikan ekologis harus melompat lebih jauh ke tingkat Misteri sebagai dasar etika lingkungan yang terdalam. Maka, para pendidik harus mengembangkan jalur pedagogis bagi etika ekologis. Tujunnya adalah untuk membantu siapa saja bertumbuh secara efektif dalam solidaritas dan tanggung jawab serta perawatan alam semesta ini dengan penuh kasih.

Referensi pihak ketiga

Itulah gagasan-gagasan yang ditampilkan dalam LS 210. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih ekologis.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 24/6/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Laudato Si' 210

The content does not represent the perspective of UC