Film eksperimental. Begitu sebutan film yang memilih cara bertutur tidak konvensional, yang seringkali, membuatnya tidak gampang untuk dinikmati layaknya film-film arus utama. Berikut 7 contoh film eksperimental yang akan membuatmu garuk-garuk kepala.

Empire (1964)

Referensi pihak ketiga

Dibuat oleh seniman Andy Warhol, Empire yang berdurasi 485 menit alias 8 jam 5 menit, hanya menampilkan rekaman hitam-putih tanpa suara dari gedung pencakar langit Empire State Buildung. Gambarnya tidak bergerak dan dikemas dalam format slow-motion. Menurut Warhol, film ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses pergantian waktu.

Koyaanisqatsi (1982)

Referensi pihak ketiga

Film ini menampilkan rekaman slow-motion dan time-lapse bagi berbagai kota dan pemandangan alam di Amerika. Tanpa dialog atau narasi yang dibacakan, sutradara Godfrey Reggio menyatakan bahwa "ketiadaan tuturan verbal bukan karena saya tidak mencintai bahasa, melainkan karena bahasa kita telah berada dalam kondisi memalukan yang tak lagi mampu mendeskripsikan dunia tempat kita tinggal". Dalam Bahasa Hopi, judul film ini berarti "Hidup yang tak seimbang".

Blue (1993)

Referensi pihak ketiga

Film ini dibuat oleh Derek Jarman, yang meninggal empat bulan pasca perilisannya karena komplikasi terkait AIDS. Jarman pun buta sebagian dan melihat segala hal di sekitarnya kebiru-biruan. Itulah alasan ia membuat film ini, yang selama 79 menit hanya menampilkan warna biru statis di layar, sementara di belakangnya, terdengar pembicaraan Jarman dengan rekan-rekannya, membicarakan fase hidup serta visinya.

Timecode (2000)

Referensi pihak ketiga

Timecode tersusun atas empat adegan yang berkelanjutan selama 93 menit, yang ditampilkan bersamaan di layar, yang dibagi dalam empat bagian. Mayoritas dialognya adalah hasil improvisasi, sementara suara serta musiknya, yang juga diperdengarkan bersamaan, didesain agar di tiap momen, adegan yang paling menonjol terdengar paling jelas.

Begotten (1990)

Referensi pihak ketiga

Mengangkat "Kitab Kejadian", lalu mengimajinasikan ulang kisah di dalamnya, E. Elias Merhige menyajikan horor-fantasi kelam yang berisi adegan-adegan sureal yang dikemas dalam visual maupun audio mengganggu yang bertujuan membuat penonton tak nyaman.

Manifesto (2015)

Referensi pihak ketiga

Premis film ini sederhana saja: Cate Blanchett memerankan 13 karakter berbeda, termasuk seorang pria tuna wisma, yang masing-masing membacakan beragam manifesto dari berbagai masa.

Jalachhayam (2010)

Referensi pihak ketiga

Film India satu ini sebenarnya memiliki cerita yang tidak aneh, mengisahkan hubungan hangat antara seorang pria dari kampung dan temannya, pelukis dari kota. Layak disebut eksperimental karena pengambilan gambar dilakukan hanya memakai kamera handphone, tepatnya Nokia N95 Music Edition dengan 8gp memori internal dan resolusi 5 megapixel.

The content does not represent the perspective of UC