Referensi pihak ketiga

Langkah mengejutkan diambil Persib dalam memutuskan tidak memperpanjang ikatan kontrak Atep. Kebersamaan selama 10 tahun harus usai meski sang pemain mengakui berat untuk angkat kaki. Supardi pun mencoba memahami perasaan kawannya itu yang sangat terpukul dengan kenyataan ini.

“Atep orang baik, tetapi inilah sepakbola. Sekarang Atep, tahun besok mungkin saya sendiri atau mungkin pemain yang lain. Jadi engga menjamin pemain muda aman di sini,” kata bek senior Maung Bandung ini di Universe Fitness, Selasa (15/1).

Suasana haru pun menyelimuti perpisahan Atep dengan para rekan setimnya termasuk Supardi. Sebagai sesama pesepakbola, Supardi lantas menyuntikkan semangat kepada mantan kapten tim itu untuk tetap tegar. Menurutnya meski berat, namun seiring berjalannya hari perasaan sedih itu akan sirna.

“Saya pesan ke Atep kemanapun berkarir saya katakan bahwa Atep sudah identik dengan Persib. Saya katakan kemarin, ‘Tep dimana pun berkarir sama semua,’ mungkin dan bagi Atep belum terbiasa jauh dari keluarga terutama,” kata pria asal Pekanaru ini.

Sudah menjadi hal yang wajar saat sebuah kesebelasan melakukan perubahan bongkar pasang pemain di jendela transfer. Maka dari itu pemain harus siap menerima hal terburuk, seperti terlempar dari klub yang sudah nyaman ditempati.

“Jadi harus terbiasa dengan pola yang seperti ini saat pelatih pergi, pemain pergi, tapi Persib tetap Persib. Jadi saya selalu berdoa untuk Atep kesuksesan dia, dimanapun saya yakin dia bisa beradaptasi dengan cepat dimanapun,” jelasnya.

Pamit, Atep Terpukul Harus Meninggalkan Persib

Atep mengakhiri kebersamaannya dengan tim yang ia bela selama satu dekade, Persib Bandung. Manajemen memutuskan tidak memberikannya perpanjangan kontrak untuk lanjut pada musim Liga 1 2019. Sebelumnya pemain senior Tony Sucipto bernasib serupa.

Atep mengakui keputusan dari manajemen tersebut cukup mengejutkan kendati sudah memprediksi hal itu. Rencananya untuk mengakhiri karir sebagai pemain di Persib pupus dan dirinya mesti melanjutkan hidup tanpa lambang Persib di dada.

“Iya mengejutkan juga, tapi memang saya juga sudah prediksi ke arah sana, tapi mengejutkannya di detik terakhir keputusan seperti itu,” kata Atep saat diwawancarai wartawan Senin (14/1/2019) kala ia selesai merapikan barang-barang miliknya yang tersisa di Mes Persib.

Pemain bernomor punggung 7 ini berkaca-kaca terpukul mengucap perpisahan. Ia sangat berat meninggalkan tim yang ia bela hingga 10 musim termasuk keluarganya. Atep bagaikan ikon untuk Persib dan persepakbolaan Jawa Barat yang kini tak menjadi bagian dari klub lagi.

“Pertama saya ajak bicara setelah mendapat keputusan itu adalah istri saya, tanya ke istri, kamu sudah siap dengan keputusan ini? Ya mungkin istri juga berat apalagi saya yang berada di sini cukup lama karena buat saya merasa berada di satu keluarga,” ceritanya.

Secara satu per satu, Atep telah berpamitan kepada pemain lama yang masih menetap. Supardi, Hariono, Dedi Kusnandar, M Natshir dkk, bahkan tidak percaya sang legenda harus hengkang.

“Memang waktu kemarin juga (waktu bareng) sama Tantan, Dado, dan Deden di sana saya cerita ke mereka saya sudah selesai di Persib tapi mereka enggak percaya. Saya sudah ketemu dengan Hariono di rumahnya, saya datang ke sini (ke Mes Persib) saya juga ingin pamit ke semuanya, ke official yang sudah bersama-sama dengan saya,” urainya.

Pemain yang berjasa membawa Persib juara musim 2014 ini lanjut akan berpamitan kepada manajemen klub. Pasalnya Atep ingin datang dan meninggalkan klub secara baik-baik. Diketahui manajemen memberitahukan kejelasan masa depannya melalui telepon.

“Belum (ketemu manajemen) hanya sebatas telepon saja, saya meminta untuk ketemu dengan manajemen karena saya datang ke Bandung ini dengan baik saya pun ingin berpisah dengan baik-baik, jadi menurut saya tidak etis kalau hanya berbicara di telepon saya ingin pamit ke manajemen dan berterima kasih,” paparnya.

Sumber SIMAMAUNG.COM

The content does not represent the perspective of UC