Kata siapa film erotis hanya mengumbar adegan dewasa? Ketujuh film berikut membuktikan bahwa film erotis pun dapat menjadi tontonan sinematik yang indah.

Blue is the Warmest Color (2013)

Referensi pihak ketiga

Mengisahkan percintaan 2 wanita, sutradara Abdellatif Kechiche membungkus filmnya dengan sinematografi cantik dan menghadirkan intim yang tak hanya "panas" tapi juga indah. Belum lagi ditambah penampilan meyakinkan kedua pemeran utamanya.

Belle de Jour (1967)

Referensi pihak ketiga

Film ini mengisahkan ibu rumah tangga yang memutuskan terlibat dalam prostitusi untuk alasan yang dirahasiakan (bukan uang). Dibungkus dengan gaya erotis yang menyentuh ranah surealis, sutradara Luis Bunuel memanfaatkan warna, kostum, dan dekorasi untuk menghadirkan erotisme indah yang membaurkan batas mimpi dan realita.

In the Mood for Love (2000)

Referensi pihak ketiga

Wong Kar Wai menampilkan pertukaran hasrat dua tokoh utama lewat tatapan mata, pertemuan di gang sempit dalam gerak lambat, yang seluruhnya dibungkus lewat tata artistik memikat, mulai dari sinematografi yang memanfaatkan warna (khususnya merah) hingga musik. Erotisme puitis tanpa adegan intim.

The Piano (1993)

Referensi pihak ketiga

Disutradarai oleh Jane Campion, The Piano mengambil perspektif wanita dalam menuturkan erotisme. Ditemani komposisi musik menawan, gerak kamera lembut yang menghasilkan kesan indah, The Piano mampu menggabungkan kesan liris dan hasrat bergelora.

Lust, Caution (2007)

Referensi pihak ketiga

Merupakan thriller spionase berdasarkan cerita pendek buatan Eileen Chang, sutradara legendaris Ang Lee mengemasnya ke dalam 158 menit penuh intrik, nafsu, dan cinta. Adegan intim yang melibatkan elemen BDSM dikemas eksplisit tanpa mengesampingkan tata artistik dan nuansa sinematik.

The Lover (1992)

Referensi pihak ketiga

The Lover adalah film dengan sinematografi indah nan puitis yang mengisahkan romansa antara gadis remaja Prancis yang cantik dan seorang playboy dari CIna. Berlatar tahun 1920, keduanya bertemu di tenah perjalanan si gadis remaja menuju sekolahnya di Saigon, dan mulai terlibat dalam hubungan rahasia.

Henry and June (1990)

Referensi pihak ketiga

Henry and June adalah film biografi mengenai hubungan Henry Miller dan Anais Nin, yang sama-sama ahli di bidang literatur sensual. Film ini meraih nominasi Oscar untuk "Best Cinematography", menjadikannya satu dari tiga peraih nominasi yang memiliki rating NC-17 (dewasa) selain Wild at Heart (1990) dan Requiem for a Dream (2000).

The content does not represent the perspective of UC