TIM Portugal, berdiri dari kiri: Anthony Lopes, Andre Gomes, Rolando, Jose Fonte, Manuel Fernandes, Cristiano Ronaldo. Depan dari kiri: Ricardo Quaresma, Mario Rui, Adrien Silva, Bruno Fernandes, Joao Cancelo, di Stade de Geneve Stadium, Senin 26 Maret 2018.

Referensi pihak ketiga

Lebih dari seabad sejak didirikan, tim sepak bola Portugal hanyalah anak bawang di kancah sepak bola dunia. Pandangan dunia baru berubah ketika A Seleção das Quinas menjungkarbalikkan semua prediksi pada Piala Eropa 2016. Berstatus tim nonunggulan, Portugal justru dengan gagah mampu melangkah hingga final dan menjadi raja Eropa setelah secara dramatis menundukkan tuan rumah Prancis. Energi positif sebagai juara Eropa itulah yang akan jadi tenaga besar Portugal saat berlaga ada putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia.

Setelah mengukir sejarah besar di Benua Biru, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan punya ambisi besar untuk menularkan pencapaian hebat mereka pada panggung sepak bola paling prestisius di muka bumi, Piala Dunia. 

Referensi pihak ketiga

Bangkit dan layak disegani

Namun sejak berada di bawah kendali eks pelatih Yunani Fernando Santos pada 2016, Portugal bangkit dan menjadi tim yang layak disegani. Mereka memang tidak memainkan sepak bola indah layaknya Brasil atau Spanyol. Namun jelas, pendekatan pragmatis Santos yang mengutamakan pertahanan solid, permainan efektif, dan mengandalkan serangan balik cepat sangat cocok untuk mengeksploitasi kualitas para pemain Portugal sehingga bisa merajai Eropa.

Pada putaran final Piala Dunia 2018 Portugal bergabung di Grup B bersama juara dunia 2010 Spanyol, Maroko, dan Iran. Portugal jelas punya kans besar untuk mamju ke fase gugur. Dicermati dari kualitas pemain dan pengalaman, kompetitor paling tangguh di grup itu adalah Spanyol, lawan kuat yang akan dihadapi Portugal pada laga pernada fase Grup B 16 Juni mendatang. Maka jika tak ada kejutan fenomenal, Portugal kemungkinan besar akan lolos ke fase gugur minimal dari jalur peringkat dua terbaik. 

Cristiano Ronaldo dan kesempatan terakhirnya

Brasil punya Pele dan Argentina punya Di­ego Maradona. Sejarah mencatat dua pemain itu sebagai pemain terbaik da­ri sisi kualitas sekaligus le­genda yang sudah meme­nangi banyak gelar pa­da level klub dan yang paling utama adalah mengangkat trofi pa­ling prestisius sejagat, Piala Dunia untuk negara mereka.

Portugal memiliki sosok bernama Cristiano Ro­naldo sebagai pemain terhebat. Lima kali menyabet gelar pemain terbaik dunia, meng­angkat pu­luhan trofi level klub pada ajang domestik, Li­ga Champions Eropa, hingga Piala Dunia antarklub, dan puncaknya adalah untuk pertama kali­nya membawa Portugal menjadi juara Eropa adalah deretan pencapaian hebat Cristiano Ro­naldo.

Prestasi itu membuat CR7 layak dikenang sebagai pemain besar dalam sejarah sepak bola Eropa sekaligus salah seorang pemain terhebat sepanjang masa.

Referensi pihak ketiga

Ronaldo adalah pahlawan bagi Portugal. Pe­mim­pin di dalam maupun di luar la­pangan bagi rekan-rekannya.

Sumber dari : pikiran-rakyat.com

The content does not represent the perspective of UC