Pemilik hak cipta: 99persen sport
Satgas Anti Mafiabola Saat Penyidikkan di Kantor PT LI (ft: tribunnews.com)

Hay, hay,.. semangat awal pekan yaaa, ane dapat kabar teranyar soal penyelidikkan Satgas Anti Mafiabola terhadap Persija Jakarta nih Bro en Sis. Pengusutannya sudah semakin dekat dan mengerucut setelah petugas berhasil mengungkap pelaku yang berupaya menghilangkan barang bukti dokumen keuangan Persija.

Dilansir dari Tirto.id (9/2/2019) Kantor PT Liga Indonesia yang berada di Rasuna Office Park DO-07, Jalan Taman Rasuna Timur, RT016/RW01, Menteng Atas, Kuningan, Jakarta Selatan, pada sehari sebelumnya telah disegel oleh petugas penyidik dari Satgas Anti Mafiabola. Dan baru keesokkan harinya petugas memulai melakukan penyidikkannya.

Dari penyidikkan itu ditemukan dokumen yang diduga merupakan dokumen keuangan klub Persija yang telah dihancurkan. Indikasinya disimpulkan ada upaya menghilangkan barang bukti sehingga semakin menambah kecurigaan terhadap klub Ibukota. Dalam pengembangannya polisi yang ditugaskan memberantas pelaku pengaturan skor itu akhirnya berhasil menemukan tiga orang pelaku yang menghancurkan dokumen.

“Penyidik telah menetapkan tiga tersangka lagi yaitu Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofur,” kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo ketika dihubungi Tirto, Sabtu (9/2/2019) dikutip dari Tirto.id.

Ketiganya langsung dijadikan tersangka dengan tuduhan pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti. Diduga perbuatan ketiganya dilakukan usai satgas menyegel kantor PT Liga Indonesia, entah malam hari atau dini hari. Sebab pada esokkan harinya petugas mendapatkan ada berkas yang dihancurkan dengan menggunakan mesin penghancur kertas yang juga telah disita sebagai barang buktinya.

Meski ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya tidak memasukkannya kedalam sel dengan pertimbangan lantaran bersikap kooperatif dalam pemeriksaan. “Para tersangka tidak ditahan dengan pertimbangan kooperatif saat pemeriksaan, kasus ini masih dalam tahap penyidikan,” ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo kepada Tirto.id.

Sementara itu melihat gelagat tersebut wartawan Senior Kompas, Budiarto Shambazy mengatakan siapa pun bersalah menghilangkan barang bukti. “Patut dicurigai. Penghilangan dokumen atau berkas tertulis, apalagi itu barang bukti, itu salah,” kata Budiarto ketika dihubungi Tirto, Rabu (6/2/2019).

“Siapapun yang bertindak seperti itu, bisa ditarik kesimpulan ada apa dengan Persija, PSSI dan Liga Indonesia,” katanya.

Sebelumnya pemilik 95 persen saham PT Jakarta Indonesia Hebat (JIH) yang menaungi klub Persija, Joko Driyono sudah menjalani pemeriksaan pada tanggal 24 Januari 2019. Saat itu Jokdri diperiksa dengan status sebagai saksi terkait pengaturan pertandingan yang dilaporkan oleh mantan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani.*

The content does not represent the perspective of UC