Wakil Manager Arema, Lalu Mara Satria Wangsa / Ft: tribunnews.com

KLIK_IKUTI] Iwan Budianto dilaporkan atas kasus suap pada delapan besar Piala tahun Suratin 2009. Satgas Antimafia Bola Polri masih mendalami dan menelusuri fakta penguat laporan. Akan tetapi yang dilakukan Satgas tersebut dianggap melenceng oleh wakil manajer Arema, Lalu Mara Satria Wangsa.

Seperti dilansir dari bola.com (23/1/2019) Lalu Mara Satria Wangsa menyayangkan tindakkan Satgas Anti Mafiabola yang sudah lebih dulu membeberkan soal Iwan Budianto kepada media. Padahal kasusnya sendiri masih dalam penyelidikkan, namun Satgas sudah berani mengatakan bahwa Iwan Budianto bisa menjadi tersangka atas bukti adanya aliran dana sebesar Rp. 140 juta ke rekeningnya.

“Seharusnya kepolisian mengonfirmasi dulu terhadap terlapor (IB). Tapi yang saya lihat justru sudah dilakukan jumpa pers seakan sudah menghakimi,” kata Lalu Mara, dikutip dari bola.com.

Wakil manager Arema FC itu menyebut Satgas sudah melenceng dari tupoksinya. Dari mengusut pengaturan skor kemudian merambah ke penentuan tuan rumah, “Kalau memang tupoksinya penentuan tuan rumah, kenapa tidak semua penunjukan tuan rumah termasuk PON (Pekan Olahraga Nasional) juga diusut,” imbuhnya.

Iwan Budianto sendiri sudah melepaskan jabatannya sebagai CEO Arema FC. Dan sekarang dia memfokuskan diri sebagai Wakil Ketua Umum PSSI setelah kongres tahunan di Bali pada 20 Januari 2019 lalu.*

The content does not represent the perspective of UC