Orozco the Embalmer (2001)

Referensi pihak ketiga

Fokus utama dari dokumenter ini adalah pria bernama Orozco yang sudah membalsme lebih dari 50.000 mayat. Setiap hari, ia menyiapkan jenazah untuk dimakamkan, dan film ini memperlihatkan segalanya, menjadikannya salah satu dokumenter paling vulgar.

Come and See (1985)

Referensi pihak ketiga

Mengisahkan transformasi bocah 13 tahun dari anak-anak lugu menjadi prajurit yang terluka psikisnya pasca invasi Nazi di Rusia, Come and See memperlihatkan kekejaman manusia yang tak terbayangkan, dan betapa mengerikannya perang dilihat dari perspektif anak-anak.

August Underground’s Mordum (2003)

Referensi pihak ketiga

Film ini (dan dua prekuelnya) tak ubahnya rekaman snuff palsu yang berisi sekelompok pembunuh berantai melakukan aksinya, membantai manusia tak bersalah, bahkan menjadikannya bahan candaan dan permainan. Walau dua film sebelumnya sudah layak disebut gila, tapi tak ada apa-apanya dibandingkan Mordum perihal eksploitasi sadisme.

Demons (1971)

Referensi pihak ketiga

Demons termasuk salah satu eksperimen paling mencengangkan dan berani di antara film-film lain pada masanya, yang termasuk dalam gerakan Japanese New Wave. Seolah filmnya sendiri dibuat di neraka, dengan adegan-adegan yang terus berganti antara melodrama dan kebrutalan. Tidak ada karakter yang aman dalam film yang berani mendobrak batas ini.

Subconscious Cruelty (2000)

Referensi pihak ketiga

Beberapa menyebut film antologi ini pretensius, ada juga yang mengakuinya sebagai masterpiece, meski semua penonton akan sama-sama setuju bahwa filmnya menguji mental. Masing-masing segmen dipenuhi gambar-gambar bak mimpi buruk dan adegan kematian paling mengerikan yang pernah dibuat dalam film.

Emperor Tomato Ketchup (1971)

Referensi pihak ketiga

Film ini mengambil latar di sebuah koloni di Jepang yang telah digulingkan dan diambil alih oleh anak-anak, menciptakan berbagai kekacauan dan pelecehan. Beberapa elemen visualnya tampak mencengangkan, aneh, dan tidak nyaman untuk disaksikan.

964 Pinocchio (1991)

Referensi pihak ketiga

Hampir tidak ada plot dalam film yang mayoritas diisi muntahan, darah, dan teriakan ini. Sebuah pengalaman bak mimpi buruk di neraka, seolah filmnya sendiri merupakan ujian bagi pembuatnya untuk membuat film yang sebisa mungkin menjadikan penonton tidak nyaman.

The content does not represent the perspective of UC